SELAMAT DATANG 歡迎

Assalamualaikum ... Welcome to my blog ... Do not forget to give any comments. Always Good Morning

Jumat, 15 April 2011

AUDIT KINERJA PADA RSUD Dr. SENTOSA PROPINSI SEJAHTERA TUGAS AKHIR AUDIT MANAJEMEN


INSTRUKSI  2  PROGRAM PEMERIKSAAN (PROSEDUR PEMERIKSAAN RINCI) UNTUK MENILAI KINERJA MANAJEMEN.

A. GAMBARAN UMUM
1.   Tujuan Pemeriksaan
Tujuan pemeriksaan adalah untuk mengetahui dan menilai apakah:
a. Informasi keuangan telah disajikan sesuai dengan criteria yang telah ditetapkan.
b.   Entitas yang diperiksa telah memenuhi persyaratan kepatuhan terhadap peraturan perundang undangan tertentu.
c. Menilai system dan prosedur pelaksanaan kegiatan apakah sudah mendukung upaya upaya kea rah efisiensi, ekonomi, maupun efektivitas dalam pelaksanaannya.
d.                        Mengidentifikasi kemungkinan-kemungkinan untuk memperbaiki kinerja entitas yang diperiksa.
2.   Sasaran Pemeriksaan
Sasaran pemeriksaan kinerja diarahkan pada:
a. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
·               Penyediaan bahan logistik
·               Jasa pelayanan Perkantoran
b.   Program peningkatan mutu pelayanan
·      Peningkatan mutu Manajemen dan administrasi
·      Peningkatan pendukung pelayanan kesehatan
·      Peningkatan tertib/disiplin dan kompetensi pegawai
·      Peningkatan kesejahteraan pegawai
c. Program peningkatan akses pelayanan kesehatan RSUD Dr. Sentosa (RSDS).
·         Peningkatan fasilitas rumah sakit
·         Peningkatan sarana Pelayan Rujukan
·         Peningkatan Sarana Penunjang Pelayan
·         Pelayanan Korban kekerasan Perempuan dan anak
d.   Program peningkatan Pemberdayaan Masyarakat
·      Promosi kesehatan
e. Program Sumber Daya Kesehatan
·      Peningkatan mutu dan kompetensi Sumber Daya Manusia

3.   Metode Pemeriksaan
Pemeriksaan ini dilakukan secara uji petik (sampling) dengan analisa prosedur yaitu mereview system yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pengecekan/pengawasan atas seluruh aktivitas yang diperiksa. Metode ini meliputi wawancara dengan pejabat-pejabat yang kompeten dan pengujian terhadap dokumen-dokumen yang ada seperti anggaran, laporan keuangan, program, rencana tahunan, prosedur dan lain-lain.
Penetapan dan pembobotan Key performance Indikator (KPI) diasumsikan berdasarkan hasil analisa terhadap system pengendalian manajemen yang dilaksanakan oleh dinas kesehatan wilayah Eks Karesidenan  Sejahtera (Provinsi  Sejahtera bagian Timur-Selatan) dan Sejahtera Timur bagian barat atas komponen indikator Karasidenan sehat dan indikator Standar Pelayanan minimal(SPM) berdasarkan kesepakatan auditr dengan auditee.
4.      Jangka Waktu Pemeriksaan
Pemeriksaan kinerja diasumsikan dilaksanakan berdasarkan Surat tugas  Kepala Perwakilan BPK RI di provinsi Sejahtera bagian Timur-Selatan dan sejahtera Timur bagian barat. Nomor 73/ST/XV/11/2010. Tanggal 21 Nopember 2010, selam 30 hari dari tanggal 25 Nopember s.d 24 Desember 2010.
5.      Uraian Singkat Mengenai Entitas yang Diperiksa
a.   Data Umum
Rumah Sakit Dr. Sentosa Provinsi  Sejahtera merupakan rumah sakit kelas A dengan 704 tempat tidur dan sekaligus sebagai sebagai. rumah sakit rujukan untuk wilayah Eks Karesidenan  Sejahtera (Provinsi  Sejahtera bagian Timur-Selatan) dan Sejahtera Timur bagian barat.
Rumah Sakit Dr. Sentosa Provinsi  Sejahtera adalah rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Provinsi  Sejahtera yang terletak di Kota   Sejahtera,  Berdasarkan SK Menteri Kesehatan RI 9 Juli 1954 No.44751/R/S dan melalui SK Gubernur Provinsi  Sejahtera No. 445/29684 tanggal 24 Oktober 1988 ditetapkan nama Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Sentosa (RSDS). Rumah Sakit ini menyediakan berbagai jenis pelayanan medis spesialistik dan sub spesialistik, menyelenggarakan kegiatan pendidikan serta penelitian.
Sejak tahun 1981 RSDS digunakan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (teaching hospital) bagi calon Dokter dan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran Universitas Intelektia Provinsi  Sejahtera dan mahasiswa kesehatan lainnya.
Jumlah ketenagaan yang dimiliki RSDS adalah sekitar 1.391 orang yang terdiri dari tenaga medis, tenaga keperawatan, tenaga farmasi, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga gizi, tenaga terapi fisik, tenaga keteknisan medis dan tenaga non kesehatan lainnya.
Dengan terbitnya UU No.1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (PBN) dan PP Nomor: 23 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU), RSUD. Dr. Sentosa  mengusulkan untuk dapat menjadi Rumah Sakit Pemerintah pengguna PPK-BLU dan Pada tahun 2009 berdasarkan kebijakan Pemerintah Propinsi Provinsi  Sejahtera, RSUD.Dr. Sentosa Provinsi  Sejahtera ditetapkan statusnya sebagai rumah sakit pemerintah pengguna PPK-BLU. 
Penerapan BLUD  akan membuat  RSUD.Dr Sentosa lebih responsif dan agresif dalam menghadapi tuntutan masyarakat dan eskalasi perubahan yang begitu cepat dengan cara  melaksanakan prinsip-prinsip ekonomi yang efektif dan efisien, namun tidak meninggalkan jati dirinya dalam mengemban misi sosial dalam memenuhi kebutuhan masyarakat .
VISI RUMAH SAKIT
Menjadi Rumah Sakit Pilihan Utama Masyarakat Provinsi  Sejahtera 2010
MISI RUMAH SAKIT
1.      Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bermutu prima dan memuaskan.
2.      Memberikan pelayanan kesehatan yang terjangkau bagi semua golongan masyarakat.
3.      Memberikan kontribusi nyata untuk pendidikan dan penelitian kesehatan yang terintergrasi dengan pelayanan dalam rangka peningkatan mutu SDM dan IPTEK Kesehatan.
TUJUAN RUMAH SAKIT
1. Tujuan Umum
Menyelenggarakan pelayanan kesehatan dengan upaya penyembuhan, pemulihan, peningkatan, pencegahan, pelayanan rujukan, dan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengembangan serta pengabdian masyarakat
2.  Tujuan Khusus :
a.          Mengupayakan tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang optimal bagi masyarakat.
b.         Menjadikan RSDS sebagai pusat rujukan yang paripurna
c.          Menjadikan  rumah sakit pendidikan tingkat lanjut yang mampu menjadi pengelola pendidikan tenaga kesehatan yang profesional dan pendidikan kesehatan yang berorientasi kepada  kepuasan pasien.

KEGIATAN RUMAH SAKIT
Berdasarkan Peraturan Daerah Propinsi Provinsi  Sejahtera  No. 8 Tahun 2008, RSUD. Dr.Sentosa merupakan unsur pendukung tugas Gubernur di bidang pelayanan Kesehatan.
Tugas pokok RSUD. Dr.Sentosa adalah menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan deangan Upaya penyembuhan, pemulihan, peningkatan, pencegahan pelayanan rujukan dan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan penelitian dan pengembangan serta pengabdian masyarakat.
Untuk menyelenggarakan tugas pokok RSUD. Dr.Sentosa mempunyai fungsi:
a.    perumusan kebijakan teknis di bidang Pelayanan kesehatan;
b.   pelayanan penunjang dalam penyelenggaraan pemerintah daerah di bidang Pelayanan Kesehatan.
c.    penyususan rencana dan program, monitoring, evaluasi dan pelaporan di bidang Pelyanan Kesehatan;
d.   pelayanan Medis;
e.    pelayanan Penunjang Medis dan Non Medis;
f.    pelayanan Keperawatan,
g.   pelayanan Rujukan,
h.   pelaksanaan Penelitian dan Pelatihan,
i.     pelaksanaan penelitian dan pengembangan serta pengabdian masyarakat,
j.     pengelolaan keuangan dan akuntansi,
k.   pengelolaan urusan kepegawain, Hukum, hubungan masyarakat, organisasi dan tatalaksana, serta rumah tangga, perlengkapan dan umum
Pelaksanaan Fungsi-fungsi tersebut tercermin dalam wujud berbagai kegiatan meliputi upaya kesehatan Preventif, Promotif, Kuratif, dan Rehabilitatif terutama untuk wilayah Eks Karesidenan Sejahtera (Provinsi  Sejahtera bagian Timur- Selatan) dan Sejahtera Timur bagian barat. 
            Fungsi Pendidikan Tenaga Kesehatan dan non kesehatan, meliputi jenis tenaga: Dokter umum, Dokter Spesialis, Tenaga Keperawatan/Bidan, Tenaga Kefarmasian, Tenaga Kesehatan Masyarakat, Tenaga Gizi, Tenaga Keterapian Fisik, Tenaga Keteknisan Medis, Tenaga Kesehatan Lingkungan. Kegiatan Penelitian dan Pengembangan meliputi bidang  pelayanan klinis.
6.   Sistem Pengendalian Manajemen
A.                                           Organisasi
SUSUNAN DIREKSI DAN DEWAN PENGAWAS
Direktur                                       : Dr. Maryoto, MARS
(No.821.2/226 /2008 tertanggal 13 Juni 2008)
Wakil Direktur Pelayanan            : Dr. Widodo, M.Kes
(No.821.2/228 /2008 tertanggal 13 Juni 2008)
Wakil Direktur Keuangan             : Dra. Endang Napitulu, MM
(No.821.2/227 /2008 tertanggal 13 Juni 2008)
Wakil Direktur Umum                   : Dr. Sumartadi, Sp.PD
(No.821.2/228 /2008 tertanggal 13 Juni 2008)

B.  Kebijaksanaan
1.   Sasaran
Sasaran yang akan dicapai pada tahun 2009
a.            Meningkatnya kualitas pelayanan dengan indikator:
1). Meningkatnya mutu pelayanan dengan LOS 6-7 hari
2). Menurunnya GDR kurang dari 80 permil, dan NDR kurang dari 50 permil
3).  Penekanan angka infeksi nosokomial.
4). Peningkatan Indek Kepuasan Masyarakat
b.            Peningkatan Cakupan dan Jenis Pelayanan
1). Peningkatan Cakupan Pelayanan dengan pertumbuhan rata-rata 5% pertahun.
2).  Pengembangan pelayanan jantung dan pusat diagnostik.
3). Pengembangan Unit Hemodialisa dan General Chek-up
c.            Peningkatan Kemandirian Rumah Sakit
1). Cost Recovery Yang semakin meningkat
2).  Semakin berkurangnya Subsidi untuk Operasional.
3). Meningkatnya Kesejahteraan Pegawai

2.   Strategi:
a.    Peningkatan mutu pelayanan dengan mempertahankan secara berkelanjutan akreditasi dan ISO 1900 – 2001.
b.   Memantapkan pengelolaan pelayanan-pelayanan unggulan yang mampu memberikan kontribusi lepada RS.
c.    Meningkatkan  administrasi pengelolaan rumah sakit yang didukung oleh Sistem Informasi Rumah Sakit yang terpadu dan SDM yang professional.
d.   Pemanfaatan  pengelolaaan RS menjadi BLU  menuju tata Kelola Keuangan yang transparan dan akuntabel
e.    Pengelolaan Manajemen Pemeliharaan yang efektif an efisien.
f.    Perbaikan Manajemen pengadaan yang lebih efisien dan efektif

C.    PROSEDUR KERJA
KEGIATAN RUMAH SAKIT
Berdasarkan Peraturan Daerah Propinsi Provinsi  Sejahtera  No. 8 Tahun 2008, RSUD. Dr.Sentosa merupakan unsur pendukung tugas Gubernur di bidang pelayanan Kesehatan.
Tugas pokok RSUD. Dr.Sentosa adalah menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan deangan Upaya penyembuhan, pemulihan, peningkatan, pencegahan pelayanan rujukan dan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan penelitian dan pengembangan serta pengabdian masyarakat.
Untuk menyelenggarakan tugas pokok RSUD. Dr.Sentosa mempunyai fungsi:
a)         perumusan kebijakan teknis di bidang Pelayanan kesehatan;
b)         pelayanan penunjang dalam penyelenggaraan pemerintah daerah di bidang Pelayanan Kesehatan.
c)         penyusunan rencana dan program, monitoring, evaluasi dan pelaporan di bidang Pelyanan Kesehatan;
d)        pelayanan Medis;
e)         pelayanan Penunjang Medis dan Non Medis;
f)          pelayanan Keperawatan,
g)         pelayanan Rujukan,
h)         pelaksanaan Penelitian dan Pelatihan,
i)           pelaksanaan penelitian dan pengembangan serta pengabdian masyarakat,
j)           pengelolaan keuangan dan akuntansi,
k)         pengelolaan urusan kepegawain, Hukum, hubungan masyarakat, organisasi dan tatalaksana, serta rumah tangga, perlengkapan dan umum
Pelaksanaan Fungsi-fungsi tersebut tercermin dalam wujud berbagai kegiatan meliputi upaya kesehatan Preventif, Promotif, Kuratif, dan Rehabilitatif terutama untuk wilayah Eks Karesidenan Sejahtera (Provinsi  Sejahtera bagian Timur- Selatan) dan Sejahtera Timur bagian barat. 
 Fungsi Pendidikan Tenaga Kesehatan dan non kesehatan, meliputi jenis tenaga: Dokter umum, Dokter Spesialis, Tenaga Keperawatan/Bidan, Tenaga Kefarmasian, Tenaga Kesehatan Masyarakat, Tenaga Gizi, Tenaga Keterapian Fisik, Tenaga Keteknisan Medis, Tenaga Kesehatan Lingkungan. Kegiatan Penelitian dan Pengembangan meliputi bidang  pelayanan klinis.

PROGRAM PEMERIKSAAN RINCI PENILAIAN EFISIENSI, EFEKTIVITAS  DAN EKONOMI.
A.    Audit Ekonomi
Audit ekonomi dan efisiensi bertujuan untuk menentukan bahwa suatu entitas telah memperoleh, melindungi, menggunakan sumber dayanya (karyawan, gedung, ruang dan peralatan kantor) secara ekonomis dan efisien.
Untuk dapat mengetahui apakah organisasi telah menghasilkan output yang optimal dengan sumber daya yang dimilikinya, auditor dapat membandingkan output yang telah dicapai pada periode yang bersangkutan dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya, kinerja tahun-tahun sebelumnya dan unit lain pada organisasi yang sama atau pada organisasi yang berbeda.
Hasil dari analisis penilaian ekonomi Rumah sakit umum daerah Dr. sentosa:
(Lampiran 1)
Asumsi dari data diatas biaya untuk membandingkan input adalah dengan menggunakan biaya investasi, berikut adalah beberapa temuan, rekomendasi, dan hasil audit terkait dengan hasil analisis ekonomi:
Temuan
Hasil Audit
Rekomendasi
Besarnya input yang di proksikan dengan biaya anggaran dan biaya untuk memperoleh yang diproksikan dengan biaya investasi bahwa biaya investasi lebih kecil dibanding dengan investasi yang dilakukan
Pada anggaran biaya menunjukkan nilai
Rp78,031,606,000.00
 Dan biaya investasi menunjukkan
Rp29,078,000,000.00

Dari temuan ini diharapkan agar dimasa datang investasi untuk rumah sakit ditingkatkan secara maksimal dengan penghematan.

B.     AUDIT EFISIENSI
Efisiensi merupakan perbandingan output/input yang dikaitkan dengan standar kinerja atau target yang telah ditetapkan. Dapat disimpulkan bahwa ekonomi mempunyai arti biaya terendah, sedangkan efisiensi mengacu pada rasio terbaik antara output dengan biaya (input). Karena output dan biaya diukur dalam unit yang berbeda, maka efisiensi dapat terwujud ketika dengan sumber daya yang ada dapat dicapai output yang maksimal atau output tertentu dapat dicapai dengan sumber daya yang sekecil-kecilnya.
Hasil dari analisis efisiensi dapat dilaihat pada table berikut:
(lampiran 2)
Berikut adalah hasil temuan, rekomendasi, dan hasil audit yang telah dilakukan:
Temuan
Hasil Audit
Rekomendasi
Secara keseluruhan besarnya output dan input menunjukkan bahwa input lebih kecil dari out put hal ini menunjukan tingkat ke efisienan di Rumah Sakit sudah terwujud, namun ada sebagian kecil dari hasilnya menunjukkan bahwa input lebih besar hal ini ditujukkan pada unit kerja instalasi rehap medic, sanitasi dan laundry, instalasi sarana prasarana RS, instalasi gizi, instalasi rekam medic, instalasi teknologi informasi dan instalasibagian dan bidang.
Dapat dilihat pada table diatas besarnya input dan output
Untuk nilai input yang lebih besar dari output diharapkan kinerjanya ditingkatkan dengan koordinasi yang bagian di tiapunit kerja, system informasi di unit kerja dikaji ulang.

C.    AUDIT EFEKTIVITAS
Efektivitas berkenaan dengan dampak suatu output bagi pengguna jasa. Untuk mengukur efektivitas suatu kegiatan harus didasarkan pada kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Jika hal ini belum tersedia, auditor bekerja sama dengan manajemen puncak dan badan pembuat keputusan untuk menghasilkan kriteria tersebut dengan berpedoman pada tujuan pelaksanaan suatu program. Meskipun efektivitas suatu program tidak dapat diukur secara langsung, ada beberapa alternatif yang dapat digunakan untuk mengevaluasi pelaksanaan suatu program, yaitu mengukur dampak/pengaruh, evaluasi oleh konsumen dan evaluasi yang menitikberatkan pada proses, bukan pada hasil.
Tingkat komplain dan tingkat permintaan dari pengguna jasa dapat dijadikan sebagai pengukuran standar kinerja yang sederhana untuk berbagai jasa. Evaluasi terhadap pelaksanaan suatu program hendaknya mempertimbangkan apakah program tersebut relevan atau realistis, apakah ada pengaruh dari program tersebut, apakah program telah mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan apakah ada cara-cara yang lebih baik dalam mencapai hasil.
Berikut ini adalah hasil dari analisis efektivitas dari RSUD Dr Sentosa:
efektivitas:membandingkan antara output dengan outcomenya
out come: tercapainya pelaksanaan standar pelayanan minimal (SPM)



No
Unit kerja
Persentase
1
instalasi gawat darurat
70%
2
instalasi rawat jalan
90%
3
instalasi rawat inap
90%
4
instalasi rawat intensif
90%
5
instalasi bedah sentral
90%
6
instalasi laboratorium
90%
7
instalasi radiologi
90%
8
instalasirehab medik
80%
9
instalasi forensik dan medicolegal
90%
10
instalasi farmasi
90%
11
instalasi sanitasi/loundry
90%
12
instalasi diklat
90%
13
instalasi sarana dan prasarana RS
90%
14
isntalasi gizi
90%
15
instalasi rekam medik
90%
16
instalasi tehnologi informasi
90%
17
bagian dan bidang
90%
Kesimpulan:  Secara keseluruhan efektivitas dari tiap unit kerja sudah memadai, hanya perlu ditingkatkan, agar dapat mencapai outcome 100%


INSTRUKSI 3:  LAPORAN HASIL AUDIT

HASIL PEMERIKSAAN KINERJA
Resume Hasil Pemeriksaan
            Badan pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) berdasarkan undang-undang Nomor 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksaan Keuangan, telah melakukan Pemeriksaan Keuangan, telah melakukan pemeriksaan kinerja atas ekonomi, efisiensi dan efektifitas program pada Rumah Sakit Umum Dr Sentosa tahun anggara 2008 di Karasidenan sejahtera.
            Tujuan pemeriksaan kinerja pada RSUD Dr Sentosa adalah untuk menguji dan menilai keberhasilan RSUD Dr Sentosa berdasarkam visi, misi, dan tujuan dari Rumah sakit, dan secara umum meningkatkan kesadaran, dan kemampuan  hidup sehat bagi setiap orang agar terwujudderajat kesehatan masyarakat yang optimal berdasarkan Standar Pelayan Minimum (SPM) yang telah ditetapka melalui keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1457/MENKES/SK/X/2003.
            Metode pemeriksaan digunakan dengan engacu pada Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) pernyataan No. 4 dan No. 5 dan UU No 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Metode ini meliputi wawancara dengan pejabat pejabat yang kompetendan pengujian terhadapdokumen dokumen yang ada seperti anggaran, laporan keuangan, program, rencana tahunan, dan prosedur lainnya.
            Kinerja RSUD Dr Sentosa tercermin dari pencapaian atas indikator utama kinerja atau key performance Indicator (KPI). Dalam pencapaian indikator utama kinerja terdapat hal hal yang memberikan kontribusi positif dan negatif, dengan uraian sebagai berikut:
A.    Aspek Positif
Hal hal yang memberikan kontribusi positifterhadap capaian kinerja RSUD Dr. Sentosa antara lain:
1.      Kemampuan mendanai biaya operasional dari tahun ketahun semakin meningkat, dengan  meningkatkan kinerja pengelolaannya. Pendanaan  didukung oleh APBD Provinsi dan Pusat.
Dari data yang tersedia diketahui bahwa anggaran investasi yang ada memang di dukung oleh APBN dan APBD, bias dilihat pada form biaya investasi.
2.      Kuantitas dan kualitas SDM memadai
Sebagai Rumah sakit milik pemerintah, sebagian besar pegawainya adalah PNS yang tunduk kepada peraturan kepegawaian sebagaimana halnya PNS di lembaga pemerintah lain. Kebijakan alokasi formasi yang terbatas dari segi jumlah maupun jenis keahlian menyebabkan pihak manajemen memiliki keterbatasan-keterbatasan yang dapat berakibat lambat dalam merespon perubahan dan tuntutan pelanggan.
3.   Pilihan kelas perawatan bervariasi dari kelas III sampai  VVIP dengan tarif bersaing
4.   Peralatan Kedokteran yang canggih dan Penggunaan teknologi kedokteran yang tepat dan unggul serta kemampuan RS dalam services inovations  (pelayanan unggulan)
Kemajuan ilmu pengetahunan dan teknologi dalam bidang kesehatan berjalan sangat cepat, disamping memberi peluang bagi peningkatan mutu pelayanan kesehatan, dalam kondisi saat ini masih merupakan ancaman karena cenderung sangat padat modal. Keterbatasan dukungan/kemampuan finansial yang dimiliki Rumah Sakit dan sistem penapisan teknologi peralatan  melalui perencanaan belum dapat dilaksanakan secara optimal, menyebabkan aspek  ekonomi untuk menjamin  efisiensi penggunaan sumber pembiayaan belum dapat dilakukan secara optimal.
5.   Sarana dan prasarana yang memadai
6.   Beberapa Pelayanan  sudah mendapatkan ISO dan sudah  terakreditasi 16 Pokja
7.   Letak RS yang strategis, mudah dijangkau dari berbagai arah
Dari analisis SWOT sendiri juga diketahui bahwa posisi RSUD Dr. Sentosa berada dalam posisi pertumbuhan/stabilitasi
B.     Aspek Negatif Pemeriksaan
Aspek negatif tercermin dari temuan temuan yang telah di identifikasi, antara lain:
1.      Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa besarnya input yang di proxykan dengan biaya anggaran dan biaya untuk memperoleh yang diproxykan dengan biaya investasi mengalami selisih dimana biaya investasi lebih kecil dimabding dengan investasi yang dilakukan
2.      Secara keseluruhan besarnya output dan input menunjukkan bahwa input lebih kecil dari out put hal ini menunjukan tingkat ke efisienan di Rumah Sakit sudah terwujud, namun ada sebagian kecil dari hasilnya menunjukkan bahwa input lebih besar hal ini ditujukkan pada unit kerja instalasi rehap medic, sanitasi dan laundry, instalasi sarana prasarana RS, instalasi gizi, instalasi rekam medic, instalasi teknologi informasi dan instalasibagian dan bidang.
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja pada RSUD Dr. Sentosa Tahun anggaran 2008 adalah Baik. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada hasil temuan, hasil audit dan rekomendasi untuk ditindak lanjuti oleh manajemen. Dan menyampaikan hasilnya dalam waktu satu bulan sejak laporan ini diterima.

Badan Pemeriksa Keuangan RI
Kepala Perwakilan BPK RI
di Provinsi Sejahtera
INSTRUKSI 4 : EVALUASI SISTEM PENGUKURAN KINERJA
Pelayanan Gawat Darurat
Menurut keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 282/MENKES/m/1993 tentang pola tarif rumah sakit dijelaskan antara lain mengenai:
“Pelayanan Gawat Darurat adalah upaya medis yang terorganisasi untuk mengatasi keadaan Gawat Darurat akibat penyakit, kecelakaan atau musibah yang terjadi secara mendadak yang menimpa seorang atau sekelompok orang yang jika tidak mendapatkan pertolongan medis secepatnya, akan terancam jiwa atau anggota badannya”.

Kegiatan pelayanan Kesehatan Gawat Darurat memerlukan pengelolaan yang baik dan harus senantiasa meningkatkan pelayanannya karena pelayanan kesehatan unit Gawat Darurat merupakan suatu tindakan penanganan keselamatan nyawa dengan ancaman kematian (Gawat Darurat) dan juga merupakan suatu bentuk penghasilan bagi rumah sakit.
Pelaksanaan pemeriksaan operasional dalam pelayanan kesehatan Unit Gawat Darurat berupa pemeriksaan, pengevaluasian, penelaahan, pendeteksian. Dengan terciptanya efektivitas pelayanan kesehatan Unit Gawat Darurat maka diharapkan pelayanan yang diberikan Rumah Sakit khususnya dalam hal ini Rumah Sakit Umum Daerah Dr. SENTOSA dapat menjadi pilihan rumah sakit yang akan didatangi di antara Rumah Sakit lainnya di kotra setempat.

Indikator Pelayanan Kesehatan Unit Gawat Darurat
Dalam hal ini, salah satu indikator pelayanan kesehatan Unit Gawat darurat menurut Agus Purwadianto dan Budi Sampurna (2000) adalah Resusitasi, yaitu terhentinya pernafasan dan atau sirkulasi merupakan keadaan yang sangat gawat yang penanganannya harus didahulukan di atas segalanya dan tindakan ini harus dilakukan sebelum 3 menit. Terhentinya pernafasan dan atau sirkulasi ini ditandai dengan adanya gejala sumbatan jalan nafas, nadi arteri besar tak teraba, kehilangan kesadaran dan dilatasi pupil. Kriteria untuk ruang resusitasi ini terdapat dua indicator, yaitu:
1.      Response Time adalah saat/waktu pasien tiba di ruang tindakan sampai dengan ditoling oleh provider atau dokter jaga. Waktu yang digunakan kurang dari 5 menit.
2.      Delivery time adalah waktu yang digunakan pasien sejak saat ditolong samapi keadaan pasien dinyatakan aman untuk dipindahkan di ruang lain. Waktu yang digunakan adalah kurang dari 2x24 jam
Dalam program Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan BLUD untuk instalasi gawat darurat, Indikator yang digunakan ada 3, yaitu Input, output dan outcome. Tolak ukur kinerja output yaitu tercapainya 25.515 pasien gawat darurat merupakan tolak ukur dari kinerja yang tidak valid karena seharusnya instalasi gawat darurat itu menangani pasien dengan secepat mungkin dan menyelamatkan nyawa pasien. Tolak ukur ini harus diganti dengan seberapa persen pasien yang berhasil ditangani dengan indicator kinerja standar dalam instalasi Unit Gawat Darurat. Jika ukuran kinerjanya adalah demikian, maka tidak akan tercapai standar pelayanan yang baik.
Selain itu, indicator 70% untuk tercapainya standar pelayanan minimal dalam instalasi Gawat Darurat ini berarti rumah sakit hanya bisa mengusahakan 70% dari pasien yang dapat diprjuangkan untuk hidup dan sisanya dibiarkan meninggal dunia. Pelayanan minimal dalam hal ini bukan hanya fasilitas fisik, namun jasa dan kesigapan dari para tenaga yang ada di rumah sakit. Seharusnya standar pelayanan minimal dari Instalasi ini adalah 100% pasien terlayani paling tidak untuk pelayanannya. Dalam tolak ukur kinerja juga tidak dijelaskan mengenai waktu untuk response time terhadap pasien dan delivery time serta bagaimana pembagian yang jelas tentang kondisi pasien dengan tingkat pelayanan sesuai keadaan pasien.
Pada saat dilakukan wawancara terkait hal tersebut, mereka menyebutkan memang ada standar pelayanan Instalasi Gawat Darurat namun memang standar itu kurang dipantau dan diperhatikan kualitasnya karena memang dari pihak manajemen kurang mengetahui dan mendalami mengenai standar pelayanan minimal. Target 70% itu juga dari hasil patokan yang selama ini telah dilakukan dan diharapkan akan meningkat dan rumah sakit mematok 70% sebagai indicator awal perkembangan pelayanan Instalasi Unit Gawat Darurat.
Indikator Pelayanan Kesehatan Instalasi Rawat Inap
Indikator kinerja yang ada di RSUD DR. SENTOSA belum memenuhi kategori valid dan andal karena belum memenuhi standar kinerja minimal rumah sakit untuk kategori unit Instalasi Rawat Inap. Indikator yang ada hanya indikator kunjungan pasien saja dan target outcomenya 90%. Dalam hal ini, indikator yang ada di RSU Dr. Sentosa belum layak untuk dikatakan valid dan andal. Kinerja yang valid dan andal untuk sebuah rumah sakit yang menyediakan jasa pelayanan Rawat Inap minimal memenuhi syarat di bawah ini: 
a.       Bed occupancy rate (BOR) atau Pemakaian Tempat Tidur dipegunakan untuk melihat
berapa banyak tempat tidur di rumah sakit yang digunakan pasien dalam suatu masa.
Jumlah hari perawatan
BOR = ————————————– x 100%
Jumlah TT x hari perawatan
Prosentase ini menunjukkan sampai berapa jauh pemakaian tempat tidur yang tersedia di rumah sakit dalam jangka waktu tertentu. Bila nilai ini mendekati 100 berarti ideal tetapi bila BOR Rumah Sakit 60-80% sudah bias dikatakan ideal.
BOR antara rumah sakit yang berbeda tidak bisa dibandingkan oleh karena adanya perbedaan fasilitas rumah sakit, tindakan medik, perbedaan teknologi intervensi. Semua per bedaan tadi disebut sebagai “case mix”.
b.   Turn over internal (TOI), waktu rata-rata suatu tempat tidur kosong atau waktu antara satu tempat tidur ditinggalkan oleh pasien sampai ditempati lagi oleh pasien lain.
(Jumlah TT x 365) - hari perawatan
TOI = ——————————————– x 100%
Jumlah semua pasien keluar hidup + mati
TOI diusahakan lebih kecil daripada 5 hari.
c.       Bed turn over (BTO), frekuensi pemakaian tempat tidur. berpa kali satu tempat tidur ditempati pasien dalam satu tahun. Usahakan BTO lebih besar dari 40.
d.      Average Length of stay yang baik 5-13 hari atau maksimum 12 hari, 6-10 hari.
yaitu rata rata rawatan seorang pasein. ideal 6-9 hari
e.       Nett Death Rate (NDR)
Jika dilihat dari tabel, NDR dalam batas normal, karena belum melebihi standar kinerja ideal Departemen Kesehatan untuk NDR yaitu masih kurang dari 25 per seribu penderita keluar.Perhitungan NDR ini bermanfaat untuk megetahui mutu perawatan Rumah Sakit. Jadi, dengan melihat nilai NDR, harus terus meningkatkan mutu perawatannya agar nilai NDR tidak terus naik.
f.       Gross Date Rate (GDR)
Nilai GDR tidak melampaui batas GDR meningkatkan mutu perawatannya dan pelayanannya. Karena dengan mutu perawatan dan pelayanan yang baik, nilai GDR dapat ditekan. Selain itu masyarakat juga akan merasa puas dengan pelayanan yang diberikan.
Indikator Pelayanan Kesehatan Instalasi Bedah Sentral
Indikator suatu layanan bedah sentral memiliki beberapa kriteria, antara lain:                  
Post Operative Death Rate (FODR) atau angka kematian pasca bedah. Standar 1%.
Jumlah kematian setelah operasi dalam satu periode
FODR = —————————————————— x 100%
Jumlah pasien yang dioperasi dalam periode yang sama
Angka kematian sectio caesaria. Standar 5%.
Dalam usaha memperkecil pengaruh “case mix” untuk menilai tingkat efisiensi digunakan indikator yang lebih tajam, indikator yang dimaksud adalah:
  • Av LOS pasien prabedah
Pasien yang akan dioperasi biasanya harus menjalani pemeriksaan radiologi dan laboratorium serta perlu observasi terhadap keadaan tertentu. Jadi sebelum operasi pasien telah menggunakan jasa rumah sakit yang tidak sedikit. Lebih banyak pemeriksaan atau lebih lama observasi tentunya lebih banyak menggunakan sumber daya rumah sakit. Agar efisiensi maka pemborosan harus ditekan. Bertambah singkat Av LOS prabedah, bertambah hemat atau bertambah efisien pelayanan yang diberikan.
  • Av LOS penyakit tertentu atau tracer conditions.
Telah disusun kelompok-kelompok diagnosis penyakit yang tidak berbeda banyak cara penganannya mediknya, tidak berbeda banyak Av LOS-nya, dan hampir sama menyerap sumber dayanya. Kelompok penyakit ini disebut Diagnosis Related Group (DRG). Dalam DRG ini ada 83 kelompok diagnesis yang masih terbagi lagi menjadi 383 subkelompok.
Indikator yang ada meliputi tolak ukur kinerja yang ada di RSUD Dr. Sentosa belum memenuhi kriteria andal dan valid karena tidak ada standar kinerja dari pelayanan minimum. Selain itu, rasio-rasio standar pelayanan minimum juga tidak dicantumkan dalam hal ini menentukan kinerja rumah sakit actual selama ini.
Selain itu, Indikator kinerja lain untuk penilaian cakupan pelayanan kesehatan adalah:
  • Rata-rata kunjungan per hari
  • Rata-rata kunjungan baru per hari
  • Rasio kunjungan baru dengan total kunjungan
  • Jumlah rata-rata pasien ugd per hari
  • Rata-rata pasien intensif per hari
  • Rata-rata pasien intensif perhari
  • Rata-rata pemeriksaan radiologi per hari
  • Prosentase r/ yang dilayani terhadap r/ rumah sakit
  • Prosentase item obat dalam formularium
  • Jumlah pelayanan ambulans
  • Rasio banyaknya cucian dengan pasien rawat inap
  • Prosentase penyediaan makanan khusus
  • Rasio pasien rawat jalan terhadap jumlah penduduk dalam, catchment area
  • Admission use rate
  • Hospitalization rate
Mutu pelayanan ditinjau dari GDR & NDR
1. Angka Kematian Kasar/CDR (%) = <45%
2. Angka Kematian Netto/NDR (%) = <25%
Semua indikator kinerja yang berdampak pada pelayanan serta outcome bagi masyarakat belum ada pada indikator, tolak ukur kinerja serta target kinerja dari setiap tolak ukur. Sebagian besar hanya menyinggung masalah jumlah paseien yang menjadi target dan berapa pendapatan yang dianggarkan serta biaya yang dianggarkan. Secara umum, kinerja hanya dinilai dari dua sisi, yaitu pendapatan dan beban yang dianggarkan, namun tidak melihat dari kinerja berdasarkan kualitas pelayanan standar untuk masing-masing unit kerjanya.

INSTRUKSI 5:  KETERKAITAN ANTARA VISI, MISI DENGAN TUJUAN, PROGRAM DAN KEGIATAN
Misi sudah sesuai dan sejalan dengan visi. Rumah sakit pilihan utama bagi masyarakat Propinsi Sejahtera diwujudkan dalam berbagai misi rumah sakit. Hal yang paling utama yang akan dapat menarik kepercayaan para pasien untuk berobat di RS tersebut adalah diwujudkan dalam misi yang pertama, yaitu menyelenggarakan pelayanan yang bermutu prima dan memuaskan.
Pelayanan yang seperti ini yang diharapkan oleh rumah sakit untuk dapat selalu membuat pasien puas dan kembali lagi manakala pasien itu sakit kembali. Misi pertama masih sesuai dengan tujuan yang diharapkan oleh rumah sakit. Pelayanan yang prima bertujuan untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan sedangkan tujuan khusus mengupayakan tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang optimal dan menjadikan RSDS sebagai pusat rujukan yang paripurna sesuai dengan misi yang pertama menunjukkan bahwa memang rumah sakit ini memiliki kualitas yang baik.
Misi yang pertama dalam kaitannya dengan kegiatan yang dilakukan rumah sakit untuk menjadikan Rumah Sakit Sentosa menjadi rumah sakit yang berkualitas unggul antara lain telah disebutkan dalam berbagai kegiatan dan programnya, antara lain Program Pelayanan Administrasi Perkantoran yang dijabarkan menjadi dua kegiatan utama, yaitu Penyediaan Bahan Logistik dan Jasa Pelayanan Perkantoran. Dua hal ini meliputi masalah-masalah administrasi pasien, dari mulai awal registrasi, dalam proses perawatan sampai semua administrasi yang diperlukan juga untuk melayani keringanan pasien, misal pasien yang memiliki asuransi sampai kepada pasien selesai dan keluar dari rumah sakit.
Program yang kedua untuk menjadikan Rumah Sakit ini mempunyai kualitas yang baik adalah dengan Program Peningkatan Mutu Pelayanan antara lain dengan kegiatan Peningkatan Mutu Manajemen dan Administrasi, Peningkatan Pendukung Pelayanan Kesehatan, Peningkatan Tertib/Disiplin dan Kompetensi Pegawai, Peningkatan Kesejahteraan Pegawai. Dengan hal ini, diharapkan kualitas dari pelayanan akan meningkat ditambah lagi dengan kualitas kesejahteraan yang tinggi dapat berdampak pada meningkatnya semangat para pegawai dan loyalitas terhadap rumah sakit dan hal ini diharapkan akan semakin meningkatkan kinerja pegawai. Program terakhir dari peningkatan kualitas pelayanan kesehatan agar masyarakat percaya dan menjadi rujukan yang paripurna adalah Program Peningkatan Akses Pelayanan Kesehatan RSUD. Dr. Sentosa, antara lain dengan kegiatan seperti Peningkatan Fasilitas rumah sakit, Peningkatan Sarana Pelayanan Rujukan, Peningkatan Sarana Penunjang Pelayanan, Pelayanan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak.
Fasilitas yang bertambah akan semakin membuat lebih banyak pasien dapat tertangani apalagi jika terjadi suatu peristiwa yang menyebabkan banyak korban berjatuhan dilengkapi dengan fasilitas memadai, tentunya kualitas pelayanan dapat dijaga dengan baik. Rujukan segera ditingkatkan pelayanannya agar masyarakat yang merujuk dari rumah sakit lain tidak merasa kecewa karena pelayanannya tentu lebih baik bagi pasien yang telah menginap di rumah sakit sebelumnya. Kegiatan pelayanan korban kekerasan perempuan dan anak merupakan program inovasi yang disiapkan untuk menangani peristiwa semacam itu karena disinyalir selama ini banyak sekali kasus kekerasan dalam rumah tangga apalagi di kota besar seperti di daerah Provinsi Sejahtera yang menimbulkan korban mayoritas perempuan dan anak-anak. Korban kekerasan semacam ini mendapatkan perlakuan khusus karena korban tidak hanya mengalami luka fisik saja, namun juga mengalami tekanan mental. Oleh karena itu, program ini dapat dikatakan penting dan memang mendesak untuk segera dilakukan tindak lanjut.
Pilihan utama masyarakat tentu melihat dari sisi harga yang ditawarkan oleh rumah sakit. Harga menjadi faktor pertimbangan yang sangat penting bagi konsumen untuk dijadikan dasar pilihan dalam memilih rumah sakit dalam memilih layanan kesehatan. Harga yang murah dengan kualitas yang baik menjadi incaran bagi setiap pasien yang datang ke RS ini. Ekonomi yang kurang baik ( mayoritas penduduk mempunyai kelas ekonomi menengah ke bawah) dari masyarakat Provinsi Sejahtera tentunya membuat pihak manajemen rumah sakit tetap memberikan solusi bagaimana caranya menyiapkan kualitas pelayanan yang terbaik dengan harga yang terjangkau.
Namun, sepertinya program yang diterapkan di RS ini untuk mendukung misi kedua belum diprogramkan atau belum ada program khusus yang mampu memberikan solusi harga yang terjangkau bagi para pasiennya.  Misal bagi ibu hamil yang tidak mampu ada program bersalin gratis. Selain itu, ada pelayanan khusus bagi orang-orang yang kurang mampu selain ada program asuransi kesehatan baik di kalangan pegawai negeri maupun pegawai swasta.
Misi ke tiga yang lebih berfokus pada pendidikan yang masih terintegrasi dengan kualitas  pelayanan kesehatan diwujudkan dengan beberapa program, antara lain  program peningkatan mutu sumber daya manusia. Program ini diharapkan mampu meningkatkan keahlian para pegawai untuk memberikan pelayanan yang maksimal bagi pasiennya sehingga kualitas pelayanan meningkat. Pendidikan diberikan untuk asisten misalnya untuk dokter yang baru masuk terus dibina dan diarahkan serta dididik agar maenjadi dokter yang berpengalaman dan profesional.
Tidak hanya tenaga medik, namun tenaga non-medik juga selalu ditingkatkan kemampuannya dengan melakukan pendidikan secara berkesinambungan baik secara formal maupun informal dengan tujuan yang dicapai yaitu menjadikan rumah sakit pendidikan tingkat lanjut yang mampu menjadi pengelola pendidikan tenaga kesehatan yang profesional dan pendidikan kesehatan yang berorientasi kepada  kepuasan pasien.
Secara umum, antara visi dan misi dengan tujuan, kegiatan dan program yang dilaksanakan oleh RSUD Dr. Sentosa ini telah berkesinambungan dalam hal pelaksanaaannya untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan. Program-program yang dibuat memang berfokus pada visi utama yang dijabarkan dalam tiga misi rumah sakit tersebut. Hanya untuk beberapa misi, seperti misi ke dua, program yang nyata untuk menerapkan misi tersebut belum dijalankan dengan program yang trelah disusun oleh pihak manajemen rumah sakit.
INSTRUKSI 7: PENILAIAN ATAS SISTEM PELAPORAN KINERJA


PENCAPAIAN KINERJA VOLUME KEGIATAN



1. Pencapaian Kinerja (Volume Kegiatan) Menurut Unit Layanan
NO
INDIKATOR PELAYANAN
Target
Realisasi s/d
Realisasi
% Realisasi


2008
Juli 2008
Th 2008
thdp Target
1
Jumlah Pasien Rawat Inap
26,674
14,514
24,881
93.28
2
Jumlah Hari Perawatan
175,076
88,693
152,045
86.85
3
Jumlah Pasien Rawat Jalan
201,090
105,948
181,625
90.32
4
Jumlah Pasien IGD
24,481
13,531
23,196
94.75
5
Persalinan
2,300
1,184
2,368
102.96
6
Operasi Khusus/Akut
3,843
1,882
3,226
83.94
7
Operasi Besar
1,720
999
1,713
99.59
8
Operasi Sedang
1,258
596
1,022
81.24
9
Operasi Kecil
259
101
173
66.80
10
Tindakan Hemodialisis
7,083
3,633
6,228
87.93
11
Pemeriksaan Lab. Klinik
1,193,242
529,975
908,529
76.14
12
Radiodiagnostik
48,872
22,154
37,978
77.71
13
Radioterapi
14,644
304
521
3.56
14
Rehabilitasi Medik
27,350
14,138
24,237
88.62
15
Jumlah Tempat Tidur
704
704
704
100.00






Presentase (%) Pencapaian Kinerja Rata-rata Unit Layanan Tahun 2008 = 82,25%


PENCAPAIAN KINERJA PENDAPATAN

Pencapaian Kinerja (Pendapatan) Menurut Jenis Pelayanan







NO
UNIT PELAYANAN
TARGET th 2008
REALISASI s/d
REALISASI th 2008
% Realisasi
Juli 2008
Thdp Target
1
Unit Gawat Darurat
783,308,260
428,276,239
743,187,838
94.88
2
Rawat Jalan
4,356,059,460
2,625,955,094
4,501,637,304
103.34
3
Rawat Inap
9,188,862,750
5,264,276,242
9,024,473,558
98.21
4
Rawat Intensif
470,909,330
280,440,756
480,755,582
102.09
5
Bedah Setral
6,396,898,200
3,767,224,536
6,458,099,205
100.96
6
Laboratorium
2,922,181,000
1,764,078,152
3,024,133,975
103.49
7
Radiologi
1,044,051,000
650,499,235
1,115,141,546
106.81
8
Rehabilitasi Medik
60,289,000
33,854,050
58,035,514
96.26
9
Kedokteran forensik dan Medikologi
90,018,000
54,449,100
93,341,314
103.69
10
Farmasi
20,230,010,000
12,143,921,335
20,818,150,860
102.91
11
C.S.S.D / Sanitasi
28,355,000
155,046,200
265,793,486
937.38
12
Diklat
342,220,000
199,885,000
342,660,000
100.13
13
Gizi
10,180,000
6,080,150
10,423,114
102.39
14
Lain-Lain Fungsional
1,111,163,000
762,489,505
1,245,410,580
112.08
15
Pasien Askes
13,585,023,000
7,983,118,100
13,685,345,314
100.74
16
Pasien jamkesmas
20,112,418,000
8,876,035,873
21,339,052,847
106.10
17
Pasien Perusahaan
5,001,667,000
1,487,372,425
2,549,781,300
50.98
18
Pendapatan lain-lain yang sah
266,378,000
166,628,000
285,648,000
107.23

Jumlah
86,000,000,000
46,649,629,992
86,041,071,337







Presentase (%) Pencapaian Kinerja Rata-rata Menurut Jenis Pelayanan Tahun 2008 =
                    146.09



PENILAIAN ATAS SISTEM PELAPORAN KINERJA
            Dari hasil pemeriksaan kinerja yang telah dilakukan terhadap RSUD Dr. Sentosa, diperoleh gambaran nilai pencapaian kinerja sebagai berikut:

TABEL KINERJA1

            Secara keseluruhan, nilai pencapaian kinerja RSUD Dr. Sentosa tahun 2008 berdasarkan Unit Layanan rata-rata berjumlah 82.25%.Meskipun untuk beberapa indicator pelayanan seperti Operasi Kecil (66.80%), Pemeriksaan Lab. Klinik (76.14%), Radiodiagnostik (77.71%) dan Radioterapi (3.56%) pencapaian target menunjukkan nilai di bawah 80%, tetapi secara umum kinerja RSUD Dr. Sentosa dapat dikategorikan baik.

TABEL 2

            Nilai pencapaian kinerja berdasarkan Jenis Pelayanan secara garis besar untuk masing-masing indicator hampir melebihi target pendapatan yang telah ditetapkan secara keseluruhan. Untuk indicator lainnya, memang masih belum mencapai target pendapatan, tetapi capaian target (realisasi) telah menunjukkan nilai rata-rata > 90% mesipun masih terdapat satu indicator yang capaiannya hanya sebesar 50.98%, yaitu unit pelayanan Pasien Perusahaan. Meski demikian, secara umum kinerja RSUD Dr. Sentosa tahun 2008 berdasarkan Jenis Pelayanan dan target pendapatan  dapat dikategorikan baik.


Simpulan:





Kami telah melakukan penilaian atas sistem pelaporan kinerja pada RSUD Dr. SENTOSA dan sistem cukup baik









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar